background img

HIMPSI HIBUR ANAK KORBAN BENCANA

8 months ago written by
IMG_20181005_145707

KPFM BALIKPAPAN – Kian banyak yang peduli dengan korban bencana alam Palu Donggala yang mengungsi ke Balikpapan. Kini giliran puluhan relawan dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Balikpapan menyingsingkan lengan sesuai kapasitasnya.

Mereka menghampiri anak-anak terdampak gempa dan tsunami di tenda pengungsian yang terletak di halaman Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (5/10) sore, pukul 15.00 Wita.

Para relawan bercengkerama dengan kurang lebih 15 anak untuk menghibur dan sejenak melupakan bencana gempa dan tsunami yang baru saja mereka alami.

“Siapa yang mau main. Ayo ke sini main sama kakak,” kata salah satu relawan Vitriana yang langsung disambut unjuk jari anak-anak di pengungsian sebagaimana pantauan KPFM di lokasi.

Alsa (10) dan Dede (7) yang masing-masing duduk di kelas 5 dan kelas 1 SD maju ke hadapan Vitriana. Keduanya kemudian diajak main warted dan puzzle atau menyusun gambar yang sukses mereka mainkan.

“Aku senang banget bisa diajak main. Sudah tiga hari di sini, dan baru hari ini diajak bermain,” ucap Alsa sambil menunjukkan wajah ceria.

Sejumlah anak lainnya juga diajak main dengan permainan yang berbeda. Ada yang diajak menggambar hingga diajak mendengarkan cerita serta dongeng.

“Adit, kamu mau dengar cerita atau mau menggambar?,” tanya salah satu relawan lainnya, Juliana.

Tanpa pikir panjang, Adit langsung menjawabnya. Dia memilih untuk menggambar. Alasannya untuk mengingat kembali kenangan saat dia di sekolah.

“Kalau gitu ayo kita menggambar yah. Kalau hasilnya Bagus nanti kakak kasih hadiah,” ucap Juliana.

Dikatakan Vitriani dan Juliana, tujuan dari hiburan dan permainan ini adalah untuk pemulihan traumatik kepada anak. Dengan cara ini, anak-anak akan selalu tersenyum dan tertawa, sehingga sedikit demi sedikit mereka akan lupa dengan kejadian atau musibah yang baru mereka alami.

“Ini proses pemulihan traumatik bagi anak. Kami kasih mereka permainan dan hiburan agar anak bisa tersenyum dan tertawa. Jika demikian, sang anak sudah tidak larut dalam kesedihannya,” kata kedua wanita murah senyum itu dengan kompak.

Mereka bercerita, rasa trauma yang dialami anak-anak atas kejadian tersebut sangat terasa. Bahkan ada sebagian dari mereka yang sampai takut dengar suara ribut.

“Tadi ada beberapa anak yang kalau dengar suara ribut itu langsung lari. Ada juga yang tidak mau lepas dari ibunya. Semoga dengan hiburan dan permainan ini bisa memulihkan trauma mereka,” ucap kedua wanita berjilbab itu.

(Fredy Janu/Kpfm)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *