background img

GURU NGAJI DI SEPINGGAN CABULI 5 ANAK

1 bulan ago written by
IMG-20190912-WA0028

KPFM BALIKPAPAN – Aksi tak terpuji dilakukan oleh seorang oknum guru ngaji berinisial AS (40). Bukannya mengajar ilmu agama kepada anak didiknya, AS yang juga seorang anggota Polisi aktif di Polda Kaltim ini malah mencabuli lima muridnya sendiri yang masih di bawah umur.
Kelima anak tersebut adalah SA (7), NA (9), SN (10) KL (11) dan IM (12). Mereka mendapatkan dugaan pelecehan seksual di rumah AS di kawasan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan (Balsel). Dalam aksinya AS meminta para korban untuk memegang kemaluannya. Bahkan ada yang sempat dibawa ke salah satu hotel di kawasan DAM, Balikpapan Selatan.
Perbuatan tak senonoh AS pun baru diketahui setelah Ketua RT setempat bersama orang tua korban memberikan laporan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Balikpapan pada, Minggu (8/9).
“Kami mendapatkan laporan dari orang tua korban hari Minggu. Namun baru dilakukan assesment pada Senin kemarin,” kata Kepala UPTD PPA Balikpapan, Esti Santi Pratiwi kepada media usai melakukan BAP dengan orang tua korban di kantornya Jalan Milono, Balikpapan Tengah, Kamis (12/9) sore.
Dari asessment awal ini, UPTD PPA Balikpapan kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Kaltim, mengingat pelaku merupakan anggota Polisi aktif di Polda Kaltim. “Awalnya kasus ini kami bawa ke Polres Balikpapan, tapi diarahkan ke Polda Kaltim kemudian dibuatkan BAP. Ini masih proses, pelaku juga sudah diinterograsi dan dalam penanganan,” ujarnya.
Terpisah, Nasrudin, Ketua RT dari pelaku dan juga para korban mengaku jika lima warganya menjadi korban pencabulan AS. Nasrudin sendiri awalnya tak percaya lantaran AS dikenal sebagai tokoh agama dan sangat dipandang di lingkungannya.
“Nggak nyangka, saya kaget waktu saya tahu hal ini. Soalnya pelaku ini baik betul di sini, dia ngajarin anak-anak ngaji dan sering khotbah di masjid,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/9).
Nasrudin menjelaskan, terungkapnya tindakan pencabulan ini berawal dari adanya aduan dari warga bahwa anak-anak santri yang mengaji di pengajian AS mendapat perlakuan tak senonoh.
“Warga ini lapor ke saya kalau anak mereka menjadi korban pencabulan AS. Kemudian saya telusuri, dan itu benar. Saya pun langsung melaporkan kepada UPTD PPA. Saya ingin warga saya dilindungi,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *