background img

GELAP GULITA, PALU MASIH MEMPRIHATINKAN

6 bulan ago written by
WWW.KAPEFM.COM

KPFM BALIKPAPAN РLima hari setelah dilanda bencana gempa bumi dan tsunami, Kota Palu masih porak-poranda dan memprihatinkan. Kondisinya pun sejak Jumat sampai  saat ini gelap gulita. Belum ada aliran listrik dari PLN.

Ini diakibatkan tiang-tiang dan kabel-kabel aliran listrik di sejumlah titik kota roboh dan putus. Sehingga, dengan alasan keselamatan, aliran listrik pun tak dihidupkan.

Sinar lampu dan aliran listrik hanya terlihat di rumah sakit, serta rumah warga maupun bangunan-bangunan yang menyalakan mesin genset. Suasana ini pun membuat Ibukota Sulawesi Tengah itu seperti kota mati.

Kondisi tersebut diperkuat dengan berkurangnya aktivitas kota. Di mana pasar yang seperti biasa ramai, kini sepi. Pun begitu dengan toko-toko minimarket dan toko lainnya, seperti toko elektronik juga tutup.

Kota ini terasa gersang di siang hari. Penjual makanan dan minuman sangat sulit ditemukan. Tak seperti hari-hari biasa, sebelum peristiwa gempa dan tsunami, Jumat (28/9) petang. “Sudah seperti kota mati. Siang kita kepanasan, malam kegelapan, subuh kedinginan,” kata Enggang, salah satu warga daerah Pasar Inpres, Kota Palu.

Sementara berdasarkan pantauan KPFM langsung di kota tersebut, hingga Rabu (3/10), sebagian masyarakat kota yang tak mengungsi, di tempat pengungsian yang tersedia, atau bangunan rumahnya tak rusak parah, tampak membuat posko sendiri di sekitar rumah mereka masing-masing.

Ada yang membuat tenda di depan rumah, ada pula yang tidur di teras rumah. Itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika ada gempa susulan. Di sisi lain, mereka memilih tetap di rumah dan tak mengungsi karena alasan keamanan. Mereka takut isi rumah mereka dijarah oleh oknum warga yang memanfaatkan kekosongan rumah.

Memang beberapa hari lalu, sempat terjadi penjarahan di mana-mana. Di rumah-rumah warga yang kosong, maupun di toko-toko yang menjual makanan dan barang-barang elektronik.

Namun saat ini, terhadap penjarahan yang terjadi, perlahan mulai terkendali. Petugas keamanan TNI dan Kepolisian telah berjaga-jaga, tersebar di wilayah Kota Palu.

Dari pantauan KPFM, Rabu (3/10), antrean BBM masih terjadi di SPBU yang ada pasokan minyaknya. Di kawasan jalan Diponegoro misalnya, antrean warga dengan sepeda motor, mobil hingga jerigen cukup panjang. Pun begitu dengan SPBU di kawasan Mamboro.

Sementara itu, korban meninggal di daerah terparah akibat gempa dan tsunami juga belum seluruhnya terevakuasi. Di Perumnas Balaroa dan kawasan jalan Cumi-Cumi, dekat Masjid Apung dan Jembatan Kuning. Banyak korban meninggal yang masih dalam reruntuhan bangunan.

Bau tak sedap serta menyengat juga mulai tercium di beberapa titik. Seperti di reruntuhan bangunan Perumnas Balaroa, daerah dekat Masjid Apung dan Jembatan Kuning serta di kawasan pesisir daerah Mamboro.

“Itu bau mayat yang belum terevakuasi. Karena di dalam reruntuhan,” kata salah satu anggota TNI yang bertugas untuk misi kemanusiaan untuk Kota Palu.

Saat ini, Kota Palu masih membutuhkan bantuan logistik, terutama sembako. Di sisi lain, menurut sejumlah warga, pembagian bantuan logistik terutama sembako tak merata alias tidak terdistribusikan dengan baik.

Bahkan, warga yang tak ikut mengungsi atau di beberapa posko penampungan ada yang belum dapat bantuan. “Tidak merata. Kita sampai saat ini belum dapat. Bantuan hanya di titik-titik tertentu,” keluh Mardia dan Dayat, warga Kota Palu.

Untuk diketahui, gempa bumi saat ini masih terus menghantui Kota Palu. Meski dengan tingkat getaran rendah.

Seperti yang terjadi Rabu (3/10), getaran gempa dengan skala kecil terasa pukul 05.00 Wita, pukul 17.00 Wita, dan pukul 18.38 Wita. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *