background img

GAS INSTALASI IPAM KAMPUNG DAMAI BOCOR

3 minggu ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Warga di RT 34 Kelurahan Damai, Balikpapan Kota (Balkot) terpaksa mengungsi akibat kebocoran gas di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Kampung Damai, Jumat (4/10).

Kejadian ini dibenarkan oleh Ketua RT 34 Kelurahan Damai, Prihono. Ia mengaku menerima laporan dari warga sekira pukul 12.00 Wita. Usai menerima laporan, ia pun langsung mengambil inisiatif dengan meminta agar warga yang terkena dampak kebocoran gas mengungsi ke lokasi yang aman.

“Saya terima laporan dari warga sekitar pukul 12.00 Wita. Saya langsung meminta warga yang terdampak untuk mengungsi ke lokasi aman dan melaporkan kejadian tersebut ke PDAM Kota Balikpapan,” katanya kepada awak media, Jumat (4/10).

Akibat kejadian tersebut sedikitnya tujuh Kepala Keluarga yang berada di sekitar lokasi kejadian diungsikan. “Warga juga mengeluh sesak napas dan mual akibat menghirup gas klorin yang tersebar dari IPAM Kampung Damai,” ujarnya.

Salah seorang warga Siswandi menuturkan, kebocoran gas tercium pada hari Kamis (3/10) sekitar pukul 08.00 Wita. Aroma gas yang menyengat menyebabkan warga yang ada  di sekitar mengeluh sesak nafas.

Warga yang panik akibat kejadian ini terpaksa mengungsi ke lokasi yang aman dari kebocoran gas. Aroma gas semakin tercium ketika menjelang tengah malam.

“Saya melaporkan kejadian ini ke ketua RT untuk ditindaklanjuti, sebagian warga yang masih di dalam rumah terpaksa harus diungsikan agar tidak terpapar gas,” ungkapnya.

Menanggapi kejadian kebocoran gas ini, PDAM Kota Balikpapan langsung mengambil langkah cepat. Pertama membagikan masker kepada warga. Ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak gas yang tersebar di udara sehingga tidak sampai mempengaruhi kesehatan warga.

“Kami telah melakukan sejumlah antisipasi untuk menekan dampak kebocoran gas ke udara. Kami tadi bagikan masker,” ujar Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan Haidir Effendi.

Menurut Haidir, gas yang tersebar ke udara berasal dari tabung gas yang sudah keropos dan tidak terpakai. Gas yang tersebar pun merupakan gas klorin yang tersisa di dalam tabung yang sudah dua tahun tidak terpakai.

“Gas klorin yang bocor adalah sisa tabung yang lama, memang ketika malam dia terasa karena gas klorin bersifat berat yang mengambang hanya pada ketinggian sekitar 50 cm dari permukaan tanah, tapi nanti kalau cuaca panas bakal menguap,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah tidak memakai gas klorin sebagai bahan desinfektan, dan diganti dengan bahan tawas yang lebih ramah lingkungan. “Sekarang sudah ramah lingkungan,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *