background img

ENAM DICIDUK BNN, DUA PASUTRI

6 bulan ago written by
PicsArt_09-25-01.16.30

KPFM BALIKPAPAN –Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan kembali melakukan penggerebekan. Penggerebekan dilakukan di daerah Kelurahan Manggar, di dua tempat berbeda. Yakni di salah satu rumah di kawasan Perumahan PT. Iqbal dan di salah satu rumah yang berada di jalan PJHI Batakan, RT 15.

Sebanyak enam tersangka diamankan dalam operasi yang digelar malam hari tersebut. Masing-masing berinisial AS (32), I (26), HD (22), Eb (37), Rif (24) dan Ria (24).

“Kita lakukan penggerebekan pukul 22.30 Wita, Sabtu (22/9). Rumah pertama yang jadi sasaran itu ditinggali AS, Eb, Rif, HD dan Ria. Dari situ, kami temukan barang bukti sabu sebanyak 6 paket. Ditemukan juga timbangan digital dan uang tunai Rp1,1 juta,” kata Kepala BNN Kota Balikpapan Kompol Muhammad Daud dalam konferensi pers di kantornya, jalan Abdi Praja, Senin (24/9).

Diketahui, dua orang yang diringkus dari rumah yang menjadi target operasi pertama itu merupakan pasangan suami istri. Yaitu HD dan Ria. Usai digeledah, lima orang tersebut langsung digiring ke kantor BNN.

“Penggerebekan ini bermula dari informasi warga terhadap adanya transaksi narkoba. Ini sangat meresahkan warga sekitar. Akhirnya kita tindak lanjuti dengan operasi penggerebekan,” imbuh Daud.

Dari penangkapan kelima warga tersebut, petugas BNN melakukan pengembangan. Hasilnya, satu orang warga lainnya berhasil diringkus.

“Kemudian kami lakukan pengembangan, dengan melakukan penggerebekan lagi di rumah yang ditinggali warga berinisial I. Dimana warga ini masih ada sangkut pautnya dengan lima warga sebelumnya. Di situ kami dapatkan barang bukti 11 paket sabu. Penggerebekan ini kami lakukan Minggu (23/4) dinihari, sekitar pukul 00.30 Wita,” ujar Daud.

Kini seluruh warga yang berhasil diamankan tersebut ditahan di Kantor BNN Kota Balikpapan. Petugas masih mendalami kasus ini.

“Dari semua warga yang ditangkap, dua di antaranya kami tetapkan tersangka. Yaitu AS dan I. Sementara lainnya menunggu hasil penyidikan. Mereka yang memiliki barang. Kasus ini masih kembangkan. Dari informasi awal, barang yang dimiliki didapatkan dari Samarinda,” tutur Daud.

Tersangka AS dan I dijerat UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Mereka disangkakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UU Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun hingga hukuman mati,” tegas polisi berpangkat melati satu itu. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *