background img

DISANDERA, LANGSUNG LUNASI UTANG PAJAK 2,8 M

2 weeks ago written by
PicsArt_07-14-08.58.02

Balikpapan – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, serta Polri, Rabu (12/7) telah menyandera seorang Penanggung Pajak berinisial EB di Lapas Salemba Jakarta.

EB adalah pemegang saham PT MMKU yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanjung Redeb. Perusahaan bergerak di bidang pertambangan emas dan perak ini memiliki utang pajak sebesar Rp2,37 miliar.

Utang Pajak tersebut berasal dari Tagihan 3 Jenis Pajak; Pajak Penghasilan Badan, Pajak Pemotongan dan Pemungutan Pasal 23 (yang dipotong/dipungut dari pihak lain yang seharusnya segera disetor), serta Pajak Bumi dan Bangunan untuk Tahun Pajak 2013, 2015 dan 2016.

Kepala Kantor Wilayah DJP Kaltimra Samon Jaya didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanjung Redeb Immanuel Ambarita mengatakan, penyanderaan terhadap EB dilakukan setelah berbagai upaya penagihan Dirjen Pajak, termasuk penyampaian Surat Teguran, Surat Paksa dan Penyitaan tidak membuahkan hasil.

“Tindakan penyanderaan ini diharapkan menjadi peringatan bagi para penunggak pajak yg menolak melunasi utang pajaknya dan mengabaikan upaya persuasif yang dilakukan Ditjen Pajak,” ujar Samon dalam press releasenya pada KPFM, Jumat (14/7).

Samon Jaya menambahkan, penyanderaan ini seharusnya tidak perlu dilakukan jika WP lebih taat peraturan, karena selain membutuhkan biaya, juga berdampak kepada WP dan keluarganya.

Penanggung Pajak yang disandera dapat dibebaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan telah dibayar lunas, atau jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah dilunasi, berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau berdasarkan pertimbangan tertentu Menteri Keuangan.

Pada Kamis (13/7) EB telah melunasi seluruh tunggakan pajak sebesar Rp2,8 miliar dan biaya penagihan Rp11 juta, sehingga yang bersangkutan telah dibebaskan dari penyanderaan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugeasteadi didampingi Dirjen Lapas Ilham dan Kepala Lapas Salemba Dadi,  Direktur P2Humas Hestu Yoga dan Direktur P2 Angin Prayitno mengapresiasi kinerja Kanwil DJP Kaltimtara yang telah melakukan tindakan gijzeling; yang merupakan gijzeling pertama di tahun 2017 untuk Pulau Kalimantan.

Dirjen Pajak mengimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar dan berkontribusi bagi pembiayaan pembangunan serta memberi masukan terkait reformasi perpajakan. (INFO KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title