background img

DBD MENINGKAT, SUDAH 785 KASUS

4 hari ago written by
DBD MENINGKAT, SUDAH 785 KASUS (3)

Foto : I Dewa Gede Dony Lesmana – Kasi Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular DKK Balikpapan

KPFM BALIKPAPAN – Musim penghujan yang turun beberapa hari belakangan ini mengkhawatiran Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Sebab, tak jarang setelah ada sisa genangan air atau banjir yang terjadi di beberapa titik akan menyebabkan penyakit, salah satunya DBD (Demam Berdarah Dengue).

“Sampai dengan minggu ke 21 tahun 2019, sudah ada 785 kasus DBD yang kami dapat dari berbagai layanan kesehatan. Angka ini meningkat cukup tajam dibanding tahun sebelumnya, yakni 905 kasus sepanjang tahun 2018. Padahal di tahun 2017, angka penderita DBD 498 kasus. Menurun sangat tajam sekitar 80 persen dibanding tahun 2016 sebesar 2.508 kasus,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan dr I Dewa Gede Dony Lesmana saat talkshow di program Karir dan Keluarga (KK) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Kamis (12/6).
Dijelaskan, DBD merupakan penyakit menular vektor, atau melalui perantara nyamuk. Gejalanya yang tidak khas, dan demam yang memiliki siklus seperti pelana kuda, sehingga sering dianggap sudah sembuh. Ini lah yang menyebabkan penderita sering datang terlambat untuk berobat.

“Penyakit ini tidak mengenal usia, bisa terkena pada bayi sampai lansia. Pemeriksaan darah pada laboratorium bisa dilakukan pada hari ketiga. Pada hari pertama demam, trombosit biasanya masih dalam kategori normal. Saat pemeriksaan dan trombosit menunjukkan kurang dari 150.000 dicurigai terkena DBD, ditambah kondisi penderita demam dan lemas,” beber Dony Lesmana.

Yang terpenting, lanjutnya, untuk mencegah komplikasi akibat penurunan nilai trombosit, penderita DBD dianjurkan untuk banyak minum, hindari yang asam atau kecut, karena yang dikhawatirkan akan menimbulkan efek atau sakit pada organ lain.

Ia menyarankan, bila di sekitar lingkungan tempat tinggal ada yang terkena DBD, sebaiknya segera lapor ke Puskesmas terdekat. “Petugas Puskesmas akan segera melakukan penyelidikan epidemologi pada lingkungan sekitar. Bila ditemukan lebih dari dua kasus DBD akan dilakukan fogging untuk pemberantasan nyamuk, dengan syarat angka bebas jentik pada lingkungan sekitar tinggi. Dan fogging akan diulang seminggu kemudian,” katanya.

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit DBD adalah dengan membasmi perkembangbiakan jentik nyamuk melalui kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M plus, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tampungan air pada saat musim hujan.

Selain itu ditambah (plus) dengan cara lain seperti : mengganti air di vas bunga atau tempat minum hewan seminggu sekali, menutup lubang-lubang pada potongan pohon dengan tanah, menggunakan kelambu air atau menaburkan larvasida/abate pada tempat-tempat penampungan air di daerah yang sulit air, memelihara ikan pemakan jentik di kolam, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di kamar, atau menggunakan lotion anti nyamuk.

Selain menggunakan metode 3M Plus, lanjutnya lagi, perlu dibangkitkan kembali program 1 rumah 1 jumantik di seluruh wilayah Kota Balikpapan. “Program satu rumah satu jumantik ini merupakan salah satu bentuk kemandirian masyarakat di bidang kesehatan dalam upayanya untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue,” ujarnya.

Dony menyebut, petugas jumantik di setiap rumah akan selalu senantiasa mampu mengawasi perkembangan jentik di wilayahnya masing-masing, sekaligus melakukan tindakan-tindakan sederhana yang diperlukan untuk mencegah munculnya jentik di setiap rumah.

“Bila kita berhasil menekan munculnya jentik di rumah masing-masing, maka kita akan mampu mencegah munculnya nyamuk dewasa yang akan berdampak pada penurunan kasus DBD di suatu wilayah secara signifikan,” katanya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *