background img

CUACA EKSTREM, HARGA IKAN MELAMBUNG

2 weeks ago written by
PicsArt_12-07-03.42.42

Balikpapan – Cuaca ekstrem yang melanda Balikpapan seminggu terakhir ini berdampak pada pasokan ikan yang menurun drastis, dan meningkatnya harga ikan. Hal ini menjadi keluhan, baik penjual ikan maupun nelayannya sendiri. Seperti diungkapkan Saka, penjual ikan di Pasar Baru saat diwawancarai KPFM, Kamis (7/12).

Dia mengatakan, sudah hampir seminggu harga ikan naik sekitar 10 persen. Cuaca yang sering hujan dan petir sekaligus angin kencang mengakibatkan nelayan tak mendapatkan banyak tangkapan ikan.

“Terang bulan juga bikin angin semakin kencang, sehingga nelayan cuma dapat sedikit. Nelayan saya saja seminggu melaut cuma dapat 1 basket, biasanya dapat 5 basket. Saya merasa rugi karena sekali berangkat rata-rata ongkosnya sekitar Rp5 juta, tapi dapatnya nggak sampai Rp1 jutaan. Tapi ya gimana lagi, daripada nggak dapat ikan sama sekali,” papar Saka.

Jumadi yang juga berjualan ikan di Pasar Baru merasakan hal yang sama. Bahkan dia mengeluhkan, beberapa jenis ikan yang permintaannya tinggi pun hampir tidak ada, seperti jenis Layang. “Ikan Layang yang biasanya melimpah, sekarang sudah sangat sulit sekali. Padahal ikan itu yang paling sering dibeli masyarakat,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan KPFM, beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan adalah Kakap yang sebelumnya dijual Rp25 ribu menjadi Rp45 ribu, ikan Trakulu dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu dan ikan Layang bisa mencapai Rp35 ribu dari harga Rp25 ribu. Sedangkan Udang naik mencapai Rp70 ribu dari harga sekitar Rp60 ribu.

Sebagai nelayan, Hendrik hanya bisa pasrah karena keadaan alam yang tak menentu. Terlebih hujan petir yang menjadi ketakutan para nelayan saat mereka sedang berada di tengah laut. Tetapi pekerjaan melaut pun tetap dilakoninya. “Saat ini sih kami tetap melaut, tapi hanya di sekitaran Balikpapan. Tidak sampai ke Selat Makassar. Kalau cuaca memburuk ya langsung pulang. Yang penting dapat ikan apapun jenisnya, dan berapapun jumlahnya. Karena penghasilan utama hanya dari pekerjaan ini,” jelas Hendrik.

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, intensitas curah hujan pada Desember 2017 hingga Februari 2018 terbilang tinggi, yaitu dengan curah hujan 200 hingga 300 milimeter. Sedangkan untuk kecepatan angin bisa mencapai lebih dari 25 knot. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title