background img

CHEF MUTO: JAGA RASA DAN ATUR COST

7 bulan ago written by
WhatsApp Image 2018-10-01 at 11.36.44

KPFM BALIKPAPAN – Mutofik Sultoni, atau lebih dikenal dengan Kungfu Chef Muto. Ia asli kelahiran Tegal. Pernah dimarahi orang tuanya gara-gara membantu memasak. Bukannya membantu, Muto kecil malah merusak masakan orang tuanya.

”Ibu saya lagi masak nasi di pawon. Kalau di Jawa, Pawon itu dapur tempat memasak yang menghasilkan abu kayu bakar. Karena masih kecil, saya ambil abu itu pakai centong nasi terus saya masukan ke nasi. Maksudnya bumbu,” kata Kungfu Chef Muto saat menjadi tamu dalam segmen Good Friend Story program Golden Hits Romantic KPFM Balikpapan 95,4 Mhz  yang dipandu oleh announcer Bima Mahardika dan Sherly Kezia, Kamis (4/10). Berikut petikan perbincangan dengan Chef Muto.

Awalnya bercita-cita menjadi seorang Marinir, dan terdampar jadi Kungfu Chef. Bagaimana ceritanya?
Dulu pas lulus sekolah langsung ingin menjadi apa. Waktu itu lihat polisi keren-keren. Marinir, TNI juga keren. Ah, aku ingin daftar di situ. Ternyata begitu sudah jalan, saya sakit darah tinggi. Tensi naik pas mau penerjunan. Padahal sudah diterima sepuluh besar. Sudah berangkat ke Malang untuk latihan. Saat dari Malang saya dibalikin ke Jakarta. Saya gagal. Dari situ saya langsung masuk dunia kuliner.

Bisa diceritakan awal mulanya bisa memiliki kemampuan kungfu dan dikolaborasikan dengan memasak?
Basic saya awalnya masakan Jepang. Di masakan Jepang itu ada namanya Teppanyaki, jadi memasak di depan tamu langsung. Grillnya di depan tamu duduk, dan makanan langsung kita sajikan. Nah, karena memasak tidak ada entertainnya, makanya saya kembangkan dengan gaya lempar-lempar alat dapur, seperti pisau.

Masakan Chef Muto juga disukai oleh Menteri Ekonomi di Negara Turki, seperti apa?
Saat itu saya bikin nasi goreng dan sambal. Mereka itu tidak tahu kalau itu makanan Indonesia. Yang saya kaget saat itu, saya bikin sambal dia bilang sup; terimakasih supnya (sambil ketawa). Di sana itu supnya kental-kental gitu. Kayak sambal bawang.

Saat mencicipi awalnya dia bilang; bokopyu. Bahasa Turki artinya bau kotoran, karena aku kasih terasi waktu itu. Awalnya dicoba sekali, sampai akhirnya ketagihan.

Dalam perjalanan karir Chef Muto siapa sih yang mendukung?
Pastinya ibu saya. Saya gagal jadi Marinir, juga karena campur tangan ibu. Karena saat saya gagal itu, saya bertanya ke ibu; kenapa? Ibu bilang, ya alhamdulillah. Karena  setiap ibu berdoa, agar anaknya tidak jadi Marinir. Karena itu berat. Setelah itu saya ke bisnis kuliner, dan ibu selalu doakan agar saya sukses.

Bagaimanakah pendapat Chef Muto tentang prospek bisnis kuliner di Indonesia?
Wow spektakuler. Karena saya mengalami sendiri. Kuliner itu luar biasa. Dua kali lipat keuntungannya bila jadi chef atau pun jadi pengusaha kuliner, baik online maupun membuka restoran. Asal bisa menjaga rasa, kemudian bisa mengatur cost  dan selalu mengikuti update yang saat ini ada. Jadi tidak tertinggal. (BIMA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *