background img

BPJS TAMPIK SOAL AKREDITASI RSKD

2 bulan ago written by
BPJS TAMPIK SOAL AKREDITASI RSKD (3)

KPFM BALIKPAPAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali menampik kabar putusnya kerja sama dengan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, karena persoalan akreditasi. Melainkan lebih kepada perubahan ruang lingkup pelayanan sementara.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Balikpapan, Endang Diarty menjelaskan, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memeroleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang perubahan PMK 71 Tahun 2013 pasal 7 yang menyebutkan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan adalah sertifikat akreditasi.

Menurut Endang, sebagai badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, BPJS Kesehatan selama menjalankan operasionalnya akan diperiksa oleh auditor, baik auditor internal maupun eksternal.

“Dalam beroperasi, kami wajib dan harus untuk menaati regulasi yang ada. Tak terkecuali persyaratan rumah sakit yang akan melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Endang Diarty, Senin (13/5).

Akreditasi rumah sakit, lanjut wanita berjilbab itu, sebagai jaminan rumah sakit memiliki standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan untuk melayani seluruh peserta JKN-KIS. “RSKD telah habis masa berlaku akreditasinya per 4 April 2019 dan sedang proses reakreditasi,” ujarnya.

Itulah yang menjadi alasan BPJS Kesehatan terpaksa melakukan penyesuaian atas ruang lingkup pelayanan kesehatan dengan penjaminan pembiayaan yang berlaku sementara selama RSKD melakukan proses reakreditasi. “Kita sudah sesuai aturan,” ungkapnya.

Saat ini RSKD bisa melayani pelayanan kesehatan gawat darurat, kemoterapi dan hemodialisa yang mengacu pada surat Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor YM.02.02/Menkes/255/2019 tanggal 7 Mei 2019 tentang Perpanjangan Kerja Sama Rumah Sakit. Itu berlaku sementara sampai pelaksanaan survei akreditasi di RSKD yang dijadwalkan 20 Mei 2019.

“Sehingga pemberlakuan pelayanan efektif 11 – 19 Mei 2019. Selain itu, terdapat ruang lingkup pelayanan lain yang dapat dilayani dengan penjaminan BPJS Kesehatan di RSKD selama proses reakreditasi,” terangnya.

Pelayanan tersebut di antaranya yang terjadwal rutin dan tidak dapat ditunda yaitu thalassemia, hemophillia, CAPD, TB-MDR, HIV dan pelayanan kontrol ulang paska opname, atau setelah operasi serta pelayanan rujukan dengan pertimbangan akses ketersediaan tempat tidur.

“Termasuk keselamatan pasien, yaitu pelayanan rujukan dengan kondisi pasien yang membutuhkan intensive care, pelayanan rujukan maternal dan perinatal, kondisi ketersediaan ruangan rawat inap di rumah sakit penuh dan rujukan dari rumah sakit luar daerah,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *