background img

BNNK UNGKAP JARINGAN SABU DALAM RUTAN

2 weeks ago written by
IMG-20180106-WA0025-01

Balikpapan – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan kembali melakukan aksi pemberantasan peredaran narkotika. Kali ini, badan yang dipimpin Kompol Muhammad Daud itu berhasil mengungkap salah satu sindikat narkotika, yang berstatus sebagai tahanan Rutan Kelas IIB Balikpapan, berinisial Iwa (42).

Pengungkapan tersebut bermula dari penggerebekan BNNK pada salah satu rumah di kawasan belakang Pasar Buton, Kelurahan Graha Indah, jalan MT Haryono, sekira pukul 21.00 Wita, Rabu (3/1).

Menurut informasi yang diterima BNNK, rumah milik warga berinisial Sul (38) itu kerap dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu. Selanjutnya tim pemberantasan BNNK langsung melakukan pengintaian, lalu melakukan penggerebekan.

Dari operasi itu, BNNK berhasil mengamankan 4 orang, masing-masing berinisial Fir (38), Tun (45), Bas (35) dan pemilik rumah Sul. Dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat kami gerebek, ada tiga orang di situ, yaitu Fir, Tun, dan Sul si pemilik rumah. Sul ini informasinya sebagai pengedar. Saat kami melakukan pemeriksaan, tiba-tiba Bas datang ke rumah itu, lalu langsung kami amankan juga. Setelah kami geledah, ditemukan 9 poket sabu di kantong Bas. Untuk Fir dan Tun belum kamu tetapkan sebagai tersangka. Tapi kami akan lakukan rehabilitasi jika hasil assesment terbukti menggunakan narkoba,” jelas Kepala BNNK Balikpapan Kompol Muhammad Daud.

Setelah keempatnya menjalani interogasi, BNNK kemudian mendapat informasi bahwa peredaran barang (sabu) dikendalikan dari seseorang yang saat ini menjadi penghuni Rutan, berinisial Iwa.

“Dari pengakuan Bas, dia dapat barang dari Ru yang saat ini jadi DPO kami. Dan Ru dikendalikan oleh seseorang yang ada di Rutan, bernama Iwa,” sambung Daud.
Setelah menerima informasi tersebut, pihak BNNK bekerja sama dengan Rutan

Kelas IIB Balikpapan melakukan penggeledahan terhadap Iwa di dalam Rutan, Kamis (4/1). Dari aksi itu, BNNK menemukan barang bukti berupa telepon genggam yang digunakan untuk mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu dari dalam Rutan.

“Kami temukan HPnya Iwa. Setelah kami periksa, memang itu sering dipakai berkomunikasi kepada Bas dan Ru yang saat ini masih kami cari. Mereka para tersangka yaitu Sul, Bas dan Iwa kami sudah amankan di kantor BNNK.

Sementara Fir dan Tun kami lakukan rehabilitasi,” pungkas Daud saat diwawancarai KPFM, Sabtu (6/1).

Ketiga tersangka itu disangkakan pasal 112 (1), pasal 114 (1) dan pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman antara 6 sampai 12 tahun penjara. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title