background img

BNKK BALIKPAPAN SIKAT GEMBONG NARKOBA

6 months ago written by
19 MEI 2017 - BNNK NARKOBA

Balikpapan –¬†Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan semakin memperlihatkan taringnya. Salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) itu kembali menangkap tiga orang pengedar, yang merupakan bagian dari jaringan gembong narkoba di Kota Minyak.

Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial AKB, IT dan SAP. Mereka diringkus pihak BNNK dan personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Balikpapan, saat berada di sebuah rumah kawasan jalan Sultan Hasanuddin, RT 35, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, Kamis (18/5), sekitar pukul 16.00 Wita.

“Kami dapat informasi adanya peredaran narkoba di rumah itu, dan langsung lakukan pendalaman, lalu kemudian melakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka. Dari mereka kami menemukan barang bukti berupa 4 paket sabu seberat 8,1 gram,” ujar Kepala BNNK Balikpapan AKBP Halomoan Tampubolon saat dijumpai KPFM di kantornya, jalan Abdi Praja, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, Jumat (19/5).

Dari penangkapan ketiga tersangka itu, pihak BNNK bersama Sat Resnarkoba Polres Balikpapan kemudian langsung melakukan pengembangan, dengan mendatangi salah satu rumah di jalan Brantas, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, milik salah satu bandar besar sabu di Balikpapan berinisial HW dan HS.

19 mei 2017 - barang bukti

“Saat kami kesana, HW dan HS sudah melarikan diri. Mereka itu pasangan suami istri. Nah, ketiga tersangka itu mengaku mendapatkan pasokan sabu dari HW dan HS. Barang itu kemudian diedarkan AKB. Yang jual IT dan SAP. Di Balikpapan mereka termasuk jaringan gembong narkoba utama,” jelas AKBP Halomoan Tampubolon. Belakangan diketahui, AKB merupakan anak tiri HW.

Sementara menurut pengakuan tersangka AKB, setiap 10 gram sabu pasokan dari HW itu, dijualnya dalam kurun waktu kurang dari seminggu. “Setiap ambil sabu dari HW untuk dijual, beratnya 10 gram. Dan itu habis kurang lebih dalam 4 hari saja. Dari sepuluh gram itu dapatnya sekitar Rp17 jutaan. Setelah itu uangnya saya setor ke HW,

sekalian ambil sabu untuk dijual lagi,” ungkapnya.
Selain mengamankan barang bukti berupa sabu tersebut, pihak BNNK bersama Sat Resnarkoba juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp37 juta lebih, alat penghisap sabu (bong), 32 bilah senjata tajam badik dan keris yang terdiri dari beberapa ukuran, serta 1 unit DVR CCTV.
Kini ketiga tersangka itu mendekam di ruang tahanan sementara BNNK Balikpapan. Mereka dikenakan pasal 114 (2), pasal 112 (2) jo pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumanya paling singkat 5 tahun penjara, dan paling lama 20 tahun penjara,” tegas AKBP Halomoan Tampubolon. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title