background img

BI GARAP SEKOLAH PEDULI INFLASI

9 months ago written by
18 MAR 2017- 3 INFLASI

Balikpapan – Melonjaknya harga cabai hingga Rp140 ribu lebih selama dua bulan terakhir yang berdampak pada kenaikan inflasi, memotivasi Bank Indonesia (BI) perwakilan Balikpapan untuk mengadakan Sekolah Peduli Inflasi (SPI) yang kedua kalinya setelah tahun 2016 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BI Balikpapan Suharman Tabrani dalam acara Kick Off Sekolah Peduli Inflasi (SPI) 2017 di lantai 3 Kantor Perwakilan BI Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/3). Dia mengatakan, program SPI tahun ini merupakan kelanjutan dari SPI 2016, dengan mengundang 20 SMP, 5 Pondok Pesantren yang ada di Balikpapan dan 5 SMA/SMK dari Penajam Paser Utara (PPU).

Program yang akan dijalankan tahun ini, Suharman mengakui hampir sama dengan tahun lalu, yakni setiap sekolah menanam bibit cabai dalam polybag. “Namun, untuk SPI 2017 akan ditambahkan pelatihan kewirausahaan yaitu pengenalan aplikasi SIAPIK (Sistem Administrasi Pencatatan Keuangan melalui Android),” tambahnya.

Ketua Pelaksana Program SPI 2017 Andi Palupi menjelaskan, tahun ini bantuan yang dikeluarkan Perwakilan BI Balikpapan untuk SPI 2017 sebesar Rp840 juta. Selain untuk pembelian bantuan sarana produksi, dana bantuan tersebut juga untuk pelatihan budidaya cabai, pelatihan kewirausahaan dan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah. “Ada lima Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) dan mantan petani hasil binaan BI yang sudah berhasil melakukan budidaya cabai dalam polybag secara organik, dan tiga orangnya lagi PPL dari PPU yang ditunjuk Dinas Pertanian PPU. Mereka sengaja diperbantukan khusus oleh BI untuk mendampingi sekolah-sekolah ini selama dua bulan secara intensif,” ujarnya.

Target diadakannya program lanjutan ini, jelas Andi, adalah yang pertama melakukan sosialisasi kepedulian di sekolah minimal satu kali. Yang kedua, penanaman bibit cabai dalam polybag minimal 800 bibit setiap sekolah dan berhasil melakukan panen sebanyak 15 kg untuk satu sekolah. Selama proses, akan selalu ada pemantauan secara harian, mingguan bahkan bulanan oleh pendamping, pengawas dari Dinas Pendidikan dan tim BI yang sudah ditugaskan.

Harapannya, dengan aksi nyata dan kampanye peduli inflasi yang terus dilakukan, masyarakat tergerak untuk ikut menanam cabai (dan lainnya) di pekarangan rumah, dan tercipta kemandirian pangan di level rumah tangga dan sekolah. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title