background img

BERIMAN NAMA BARU RSUD BALIKPAPAN 

1 week ago written by
PicsArt_02-10-02.49.57

BALIKPAPAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkot Balikpapan di jalan Mayjen Sutoyo, resmi menyandang nama baru, Jumat (9/2). Setelah berjalan tiga tahun dengan nama RSUD Balikpapan, kini berganti nama menjadi RSUD Beriman.

Nama baru tersebut diresmikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi melalui penandatanganan prasasti yang dirangkaikan dengan perayaan HUT rumah sakit tersebut.

Dalam penandatanganan itu, Rizal didampingi Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Ballerina dan Direktur RSUD Beriman Ratih Kusuma.

“Rumah sakit ini belum ada namanya. Jadi kita berikan nama Beriman, karena nama itu sangat identik dengan Kota Balikpapan. Kedepan akan dikembangkan lagi agar benar-benar menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Rizal kepada KPFM.

Kepala DKK Balikpapan Ballerina menjelaskan, rumah sakit ini sudah dua kali peresmian. “Pertama, tiga tahun lalu peresmian bangunan. Dan yang kedua ya hari ini, peresmian nama. Selama ini kan belum ada nama, orang taunya hanya RSUD Balikpapan. Nah, sekarang sudah ada nama,” ujar Ballerina.

Sementara dengan berubahnya nama dan bertambahnya usia rumah sakit tersebut, pihak manajemen RSUD Beriman dituntut bekerja lebih keras untuk meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

Di bawah pimpinan Ratih, rumah sakit tersebut terus berbenah. Tahun ini RSUD Beriman memiliki poliklinik baru, di antaranya poliklinik THT/Otoringolaringologi dan poliklinik Visiti.

“Poliklinik ini juga diresmikan walikota. Ini merupakan langkah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk menuju tipe B, masih banyak yang harus dibenahi, seperti SDM dan fasilitas ruang tidur,” jelas Ratih.

Untuk diketahui, RSUD Beriman memiliki 420 tenaga medis. Sebanyak 32 di antaranya merupakan dokter spesialis. Rumah sakit ini memiliki 115 tempat tidur. Setiap tahunnya fasilitas kesehatan warga Balikpapan ini mendapat kucuran dana dari APBD kota.

“Tahun ini kami dapat Rp11,5 miliar. Itu menurun dibanding tahun 2017 lalu berjumlah Rp11,8 miliar, karena ada rasionalisasi. Sementara untuk kunjungan, rata-rata mencapai 8 ribuan setiap bulan. Kebanyakan penyakit dalam,” pungkas Ratih. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title