background img

BELUM ADA SOLUSI, RAPAK TERGANJAL ANGGARAN

2 months ago written by
16 FEBRUARY 2017 - 3 RAPAK

Balikpapan – Kawasan turunan Rapak jalan Soekarno Hatta Km 0,5, dan sejumlah tanjakan di jalan MT Haryono Balikpapan hingga kini masih menyisakan persoalan. Dua titik yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut tampaknya belum menemukan solusi pada 2017 ini.

Alasan klasik yang selalu disodor adalah persoalan ketiadaan anggaran. Karenanya, peristiwa lakalantas yang melibatkan “monster” jalanan (baca; truk berbadan besar) masih tetap sulit terhindar. Kendaraan berat yang ditengarai melebihi kapasitas ini sering menyeruduk kendaraan lain di lintasan Rapak lantaran rem blong, lalu tak kuat mendaki di tanjakan MT Haryono karena kelebihan beban.

Cilakanya, Jembatan Timbang di jalan Soekarno Hatta Km 15, yang sedianya bisa memfilter kendaraan besar melebihi kapasitas tak berfungsi maksimal. Akibatnya, kendaraan bermuatan lebih sulit dibendung masuk ke kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tara Allorante pun tak memberikan alasan baru, mengapa hingga kini belum ada gerakan signifikan untuk mengatasi lakalantas yang acap menjadi momok masyarakat tersebut.

Kanit Lakalantas Polres Balikpapan Ipda Suripna pernah membeberkan data bahwa lakalantas yang terjadi di Rapak tersebut rata-rata dialami truk besar. Selain diduga kelebihan muatan, alasan logis yang mengakibatkan kecelakaan di area itu adalah karena jalan menurun yang agak tajam, yang kemudian langsung bertemu dengan lampu pengatur lalu lintas. Ia juga mengatakan, sejak tahun 2009 hingga saat ini jumlah lakalantas truk yang terjadi di tanjakan tersebut ada 11 peristiwa. Sedangkan lakalantas di jalan MT Haryono di antaranya karena beberapa truk yang melintas harus terhenti di tanjakan karena tak mampu mendaki. Bahkan ada yang termundur. “Hanya sekitar lima lakalantas akibat tanjakan di jalan tersebut,” ujarnya.

Iptu Suripna membeberkan, masalah tanjakan rawan ini pernah disampaikan kepada Dinas PU. Hanya saja sampai saat ini belum ada aksi nyata dari instansi bersangkutan. “Ini wewenang Dinas PU Provinsi, karena jalan nasional. Kami pernah merekomendasikan ke Dinas PU Balikpapan agar tanjakannnya dipangkas. Namun sampai sekarang belum ada informasi lagi dari Dinas PU,” katanya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas PU Balikpapan Tara Allorante mengatakan, rekomendasi tersebut telah disampaikan ke Dinas PU Provinsi. Hanya saja, eksekusi atas rekomendasi tersebut terkendala anggaran. “Sudah kami sampaikan. Bahkan di Rapak itu akan dibangun jembatan layang untuk truk, dan DED (Detail Engineering Desaign) pun sudah ada. Begitu juga untuk pemotongan beberapa tanjakan di jalan MT Haryono sudah ada DEDnya. “Tapi mau bagaimana? Pemprov belum punya anggaran untuk ini,” terangnya. Kendala anggaran ini, menurutnya, dikarenakan kondisi keuangan Kaltim yang mengalami defisit. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title