background img

BAPPENAS UNGKAP 7 PENILAIAN CALON IKN DI KALTIM

2 bulan ago written by
BAPPENAS UNGKAP 7 PENILAIAN CALON IKN DI KALTIM (3)

KPFM BALIKPAPAN – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggerlar dialog nasional pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Swiss-BelHotel Balikpapan, Rabu (21/8) siang.

Dalam dialog ini, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata memaparkan penilaian calon lokasi Ibu Kota Negara.

Khusus di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), ia menyebut dari hasil kajian yang dilakukan Bappenas sejak tahun 2017 lalu, terdapat tujuh poin penilaian sebagai calon lokasi Ibu Kota Negara.

“Presiden menugaskan Bappenas untuk melakukan kajian. Nah, setelah tiga tahun melakukan kajian, kami kemudian mengungkapkan hasilnya. Untuk Kaltim, sedikitnya ada tujuh poin,” kata Rudy di hadapan peserta dialog.

Poin yang pertama, lanjut dia, adalah luas deliniasi kawasan 180.965 hektare dan lokasi potensial 858.85,83 hektare. Kemudian yang kedua, kuantitas air permukaan diperoleh melalui tiga DAS yaitu DAS Sanggai/Sepaku, DAS Samboja dan DAS Dondang.  “Poin yang ketiga, daya dukung air tanah di lokasi delineasi sebagian besar termasuk ke dalam kelas rendah,” ujarnya.

Poin yang ke empat adalah wilayah delineasi tidak memiliki historis kebakaran hutan yang sering. Sebagian besar wilayah (1/3 area) delineasi merupakan hutan. “Tetapi hanya beberapa hotspot yang menjadi pemicu kebakaran utama (2015). Titik lokasi kebakaran berada di sisi Selatan Samboja dan Sepaku serta di sebagian Tahura,” sebutnya.

Poin yang ke lima, dekat dengan kota besar Balikpapan dan Samarinda serta dilintasi jalan tol Balikpapan-Samarinda. Selain itu didukung bandara Internasional SAMS Sepinggan (45 km) dan bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (76 KM) dan dilayani oleh Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kariangau.

“Poin ke enam dominan merupakan pendatang yaitu etnis Jawa 30 persen, etnis Bugis 20 persen dan etnis Banjar 12 persen, sehingga potensi konflik sosial rendah. Dan poin terakhir aspek pertahanan dan keamanan memiliki akses darat laut dan udara,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *