background img

BANJIR DAN LONGSOR HANTUI BALIKPAPAN

1 week ago written by
PicsArt_07-17-12.54.55

Balikpapan – Banjir dan tanah longsor masih menghantui Balikpapan di saat hujan mengguyur cukup lama. Dan itu terjadi lagi Minggu malam (16/7). Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sekitar empat jam, membuat beberapa kawasan di lima kecamatan tergenang air. Berdasarkan informasi yang dihimpun KPFM, ketinggian air di beberapa titik lokasi mencapai pinggang orang dewasa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Suseno saat dikonfirmasi KPFM mengatakan, pihaknya bersiaga di beberapa titik banjir. Selain itu juga menyiapkan peralatan SAR, seperti perahu karet dan mobil derek untuk proses evakuasi masyarakat dan kendaraan yang terjebak banjir.

“Personel kami sudah siaga, dan kami juga telah berkoordinasi dengan pihak SAR lainnya dan Kepolisian. Kami siapkan juga antara lain perahu karet, kemudian mobil derek untuk membantu pengendara yang kendaraannya mogok terjebak banjir,” kata Suseno.

Dia menyebutkan, beberapa titik banjir antara lain tersebar di wilayah Balikpapan Barat, Balikpapan Tengah, Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara dan Kota.

“Yang parah itu kawasan MT Haryono, jalan Tumaritis, Gunung Kawi, dan jalan Mayor Pol Zainal Arifin (dulu Beller). Ada juga di jalan Banjar, jalan Mayjen Sutoyo, Balikpapan Baru dan Graha Indah. Di wilayah Balikpapan Permai dan seputaran Klandasan juga mengalami banjir, tapi sedang. Untuk wilayah Balikpapan Timur aman,” lanjut Suseno.

“Lokasi yang kebanjiran sampai parah di MT Haryono, Jalan Tumaritis, Gunung Kawi, dan Jalan Beller. Lokasi lain yang juga banjir di antaranya Jalan Banjar, Jalan Mayjen Sutoyo, Balikpapan Baru, Graha Indah, Wonorejo, Margo Mulyo, dan Letjen Suprapto. Untuk wilayah Timur termasuk aman,” bebernya. Untuk kawasan Klandasan dan Balikpapan Permai juga mengalami banjir sedang.

Tak hanya itu, berdasarkan informasi dari pihaknya, hujan yang mengguyur Kota Balikpapan sejak sekira pukul 18.30 Wita itu juga mengakibatkan daerah kawasan jalan Wonosari, RT 25, Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI) mengalami pergeseran tanah, hingga terjadi longsor. Rumah milik Suatmi (59) menjadi saksi.

“Dapurnya yang retak. Tapi sementara masih bisa ditinggali. Jika ada pergerakan tanah lagi, maka bukan tidak mungkin mereka yang di rumah itu akan kami suruh mengungsi,” kata Suseno.

Seperti diketahui, banjir di Balikpapan yang kian menjadi-jadi saat hujan akhir-akhir ini, dituding salah satunya akibat pengupasan lahan tak terkendali. Sejumlah developer pun tak patuh aturan, mengabaikan upaya pengendalian lingkungan. Pemkot Balikpapan dinilai lemah dalam pengawasan. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title