background img

BALIKPAPAN TERBITKAN PERWALI OJEK ONLINE

2 weeks ago written by
PicsArt_12-04-04.36.37

Balikpapan – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi resmi mengeluarkan aturan baru, Perwali Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pegendalian Sepeda Motor Sebagai Angkutan Alternatif Berbasis Aplikasi Teknologi Informasi. Perwali tersebut untuk mengatur layanan transportasi roda dua berbasis aplikasi online di Balikpapan.

Perwali itu diterbitkan sebagai tindak lanjut surat edaran Gubernur Kaltim kepada wali kota/bupati untuk membuat pengaturan transportasi kendaraan roda dua bersasis aplikasi online di wilayah masing-masing.
Pasalnya, selama ini layanan transportasi kendaraan roda dua berbasis aplikasi online belum diatur keberadaannya di Kaltim, khususnya di wilayah Balikpapan.

“Untuk transportasi roda empat berbasis online sudah diatur di Permenhub Nomor 108 Tahun 2017. Sedangkan untuk roda dua tidak diatur. Untuk mengatur transportasi roda dua, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub mengeluarkan semacam surat edaran ke gubernur untuk mengatur keberadaan dan operasional transportasi roda berbasis online. Lalu dari gubernur diteruskan ke wali kota/bupati,” papar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana kepada KPFM, Senin (4/12).

Sudirman menjelaskan, secara umum Perwali ojek online tersebut mengatur 4 hal utama, yaitu menyangkut penyelenggaraan transportasi, syarat pengemudi transportasi, jenis kendaraan dan sanksi bagi yang tak mengikuti ketentuan-ketentuan dalam aturan tersebut.

Dalam waktu dekat, lanjut Sudirman, pihaknya akan menyosialisasikan Perwali tersebut kepada pihak-pihak yang terikat dalam aturan itu.

“Perwali ini mengatur tata cara penyelenggaraan, seperti harus berkantor di Balikpapan, kemudian ada badan usahanya dan jumlah kuotanya diatur di Perwali ini. Kendaraannya juga diatur, seperti CC kendaraannya. Yang bisa beroperasi adalah kendaraan yang CCnya di antara 150 sampai 200. Dan sanksi-sanksi juga diatur. Ini sudah fix, tinggal di lembar daerahkan. Ini akan segera kami sosialisasikan,” kata Sudirman.

Adanya aturan ini, Pemkot Balikpapan yakin dan optimistis dapat menghindari adanya perseteruan di antara transportasi konvensional dan transportasi berbasis aplikasi online.

“Kota Balikpapan merupakan kota yang pertama kalinya menyikapi surat edaran dari gubernur, dibuktikan dengan terbitnya Perwali ini. Kami yakin dan optimistis dengan aturan ini. Karena ini dalam rangka menjaga keamanan dan situasi kota serta demi keberlangsungan usaha masyarakat itu sendiri,” pungkas Sudirman. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title