background img

BALIKPAPAN POTENSI INDUSTRI APLIKASI DAN GAME

2 weeks ago written by
PicsArt_11-11-08.58.14

Balikpapan – Balikpapan menjadi salah satu dari beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi obyek peningkatan industri aplikasi dan game. Itu ditandai dengan digelarnya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Developer Day 2017, di Swiss-Belhotel, jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (11/11).

Acara yang dikemas dengan sesi inspirasi, live coding dan talk show itu diikuti ratusan developer aplikasi dan game dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Samarinda. Ada juga mahasiswa dan pelajar Balikpapan yang mengikuti acara tersebut.

“Kami menggelar acara ini di Balikpapan karena memang kota ini dianggap potensial, melalui penilaian mandiri kota kreatif Indonesia,” kata Kasubdit Manajemen Pelaksanaan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) Bekraf Muhammad Azhar Iskandar kepada KPFM, di sela-sela acara tersebut.

Kota Balikpapan menjadi kota ke 7 dari delapan kota yang menjadi target Bekraf untuk pengembangan sub sektor Aplikasi dan Game.

Sebelumnya, acara seperti ini dilaksanakan di Manado, Bogor, Palembang, Solo, Bali dan Surabaya. Puncak acara ini akan digelar di Kota Bandung pada 25 – 27 November 2017 mendatang.

Bagi Bekraf, pengembangan ekonomi kreatif dalam industri Aplikasi dan Game dianggap penting. Melihat pangsa pasar dalam industri ini begitu besar. Namun penyerapan terhadap potensi tersebut dinilai masih kurang.

“Di seluruh Indonesia, pasar aplikasi dan game itu berjumlah USD 800 juta, atau lebih dari Rp10 triliun. Dan di 2017 ini, hanya 3 persen dari itu yang mampu diserap. Nah, dengan kegiatan ini diharapkan akan muncul pemain-pemain atau developer baru bidang ini yang bisa ikut menguasai pasar sendiri,” lanjut Iskandar.

Untuk diketahui, Bekraf merupakan lembaga setingkat kementerian yang dibentuk untuk mengembangkan potensi industri kreatif di 16 sub sektor usaha, beberapa di antaranya adalah arsitektur, desain interior, griya, musik, film, aplikasi dan game.

Dan untuk tahun 2017 ini, Bekraf fokus pada pengembangan 3 sub sektor, di antaranya musik, film, aplikasi dan game. “Kami dibentuk pemerintah dan berkantor pusat di Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan 16 sub sektor, dan tahun ini kami fokus ke tiga sub, yaitu musik, film, aplikasi dan game,” pungkas Iskandar. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title