background img

BALIKPAPAN BUTUH RIBUAN GURU

1 week ago written by
BALIKPAPAN BUTUH RIBUAN GURU

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mengklaim hingga kini masih kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kendati sudah mengajukan ke pemerintah pusat, namun belum mendapatkan lampu hijau.

“Terus terang kami kekurangan guru pegawai negeri,” Kata Kepala Disdikbud Balikpapan, Muhaimin kepada KPFM, Jumat (13/4).

Kebutuhan tersebut pada kisaran 1.300 pegawai negeri guru mulai dari tingkat SD hingga SMP. Namun kekurangan itu ditambal oleh keberadaan guru Non PNS.

“Ya, sebetulnya saat ini kita kekurangan sekitar 1.100 untuk guru SD dan 200 untuk guru SMP. Sementara kekurangan itu diisi oleh guru Non PNS,” ungkapnya.

Muhaimin menjelaskan, jumlah guru PNS untuk jenjang SD hingga kini mencapai sekitar 1.600 orang dan untuk jenjang SMP sekitar 400 guru.

“Jumlah ini masih sangat kurang,” imbuhnya.

Tidak idealnya jumlah guru PNS ialah kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, Pemerintah Kota tidak memiliki wewenang untuk merekrut guru PNS.

“Dampaknya apa? Prestasi pendidikan tentunya dipertaruhkan,” ucapnya.

Muhaimin menambahkan, dari tahun ke tahun jumlah guru PNS terus berkurang. Faktor utama penyebabnya banyak yang pensiun, meninggal dunia dan lainnya.

“Kondisi ini akan semakin parah kalau tidak diatasi segera, karena setiap tahun itu pasti ada guru yang purna tugas,” tuturnya.

Untuk menyikapi kondisi ini, Muhaimin mengaku tahun ini telah mengajukan sedikitnya 280 guru ke pemerintah pusat. Dengan rincian, untuk guru SD sebanyak 220 orang, sedangkan SMP 60 orang.

“Jadi untuk tahun ini kami mengusulkan penerimaan guru yang PNS ke Wali Kota melalui BPK SDM yang selanjutnya dikirim ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Sebenarnya, lanjut Muhaimin, pengajuan 280 guru PNS itu bukan hanya untuk mengatasi atau menyelesaikan masalah  kekurangan guru, melainkan juga mengombinasi jumlah guru yang PNS dan Non PNS.

Untuk itu, Muhaimin berharap dari jumlah yang diajukan, minimal separuhnya direalisasi agar kekurangan guru ini bisa teratasi secara perlahan

“Karena guru-guru ini kan ada ketentuan yang tidak bisa digantikan oleh guru Non PNS.

Misalnya guru itu bisa menjadi PPTK dan guru itu juga bisa menjadi pejabat pengurus barang. Jadi semuanya harus PNS,” tandasnya.(FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title