background img

BALIKPAPAN BISA KLB RUBELLA

6 bulan ago written by
IMG-20181002-WA0026

KPFM BALIKPAPAN – Kejadian Luar Biasa (KLB) Rubella sangat berpotensi terjadi di Kota Balikpapan. Itu bila target pemberian imunisasi vaksin Meales dan Rubella (MR) yang sudah mulai dikampanyekan sejak Agustus lalu tidak mencapai target 95 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di sela-sela pertemuan sinergi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam upaya pencegahan penyakit campak dan Rubella melalui imunisasi MR.

“Kalau banyak yang tidak mau divaksin, bisa saja penderitanya terus bertambah. Kalau ini sampai terjadi bisa saja Balikpapan KLB Rubella. Dan mudahan melalui pertemuan ini sekolah dan orang tua menerima buah hatinya divaksin. Saya optimistis dalam satu bulan ini bisa mencapai target 95 persen,” kata Rizal.

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkot Balikpapan itu, sebenarnya permasalahan pelaksanaan kampanye imunisasi vaksin MR ini, hanyalah perbedaan pandangan dari segi agama. Itu setelah MUI mengeluarkan fatwa bahwa vaksin MR ini haram.

“Itu saja permasalahannya. Tadi sudah dijelaskan MUI dan Kemenag bahwa sudah diperbolahkan dengank sekolah bisa memahami maksud dan tujuan dari imunisasi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DKK Balikpapan Ballerina menuturkan, hingga memasuki awal bulan ketiga pelaksanaan imunisasi MR tersebut pencapaiannya sudah di angka 44,08 persen. Artinya masih ada 52 persen yang harus dikejar dengan sisa waktu satu bulan ini.

“Mudahan bisa tercapai. Dengan sisa waktu satu bulan ini kami akan berusaha semaksimal mungkin. Bersinergi dengan Disdikbud, Kemenag dan MUI membuat kami optimistis bisa tercapai target 95 persen,” kata Ballerina usai pertemuan.

Terkait KLB, wanita berkacamata itu mengakui kalau statusnya bisa saja menjadi KLB. Karena, berdasarkan data yang ada membuktikan kalau dari tahun ke tahun kasus Rubella itu meningkat di kota Balikpapan.

“Meningkat terus. Contohnya, di tahun 2106 itu Rubella cuma 29 kasus dan masuk di tahun 2017 itu meningkat signifikan yakni 127 kasus. Nah, kalau dihitung itu kurang lebih 400 persen peningkatannya,” akunya.

Dengan begitu, lanjut dia, kalau kampanye imunisasi vaksin MR yang saat ini sedang berjalan tidak mencapai target 95 persen, maka bisa mengakibatkan KLB.

“Kalau sudah KLB, maka akan disuntik ulang. Dan ini sifatnya wajib. Tidak ada orang tua yang menolak. Karena itu melanggar undang-undang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu DKK untuk merealisasikan target tersebut. Hal itu dilakukan agar anak-anak di Kota Balikpapan terhindar dari penyakit yang bisa mengakibatkan kematian.

“Tadi saya sudah instruksikan kepada semua kepala sekolah, baik yang menolak atau sekolah yang sudah divaksin, tapi pencapaiannya belum 100 persen agar segera melaksanakan vaksin. Dan kami harapkan agar sekolah melakukan sosialisasi ulang kepada orang tua yang menolak. Dibantu dengan narasumber dari DKK dan Kelurahan. Kalau Sejauh ini baru 25 persen sekolah yang pencapaiannya sudah 100 persen, bahkan ada yang melebihi sampai 102 persen,” tandasnya. (Fredy Janu/Kpfm)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *