background img

ANDALKAN CDD PACU WISATAWAN

3 bulan ago written by
PicsArt_03-12-06.40.10

BALIKPAPAN KPFM – Belum tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2017 lalu, mendorong Kementerian Pariwisata melakukan berbagai cara menarik minat wisatawan. Salah satunya mengandalkan Collaborative Destination Development (CDD). Inisiasi Angkasa Pura I ini untuk memacu pertumbuhan wisatawan domestik maupun mancanegara di Kaltim.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro mengatakan, keberhasilan pembangunan pariwisata di Indonesia tidak akan berhasil jika dilakukan oleh Kemenpar saja, tetapi juga harus ada sektor-sektor lain yang turut berperan.

Menurutnya, tugas Kemenpar memang mengembangkan pariwisata Indonesia dan memromosikan destinasi yang dianggap sudah siap untuk dijual untuk menarik minat wisatawan asing. Tetapi, jika sasaran akhir ingin mendapatkan kunjungan wisatawan sebanyak mungkin, harus ada sektor lain yang membantu.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan kolaborasi antara AP I, Kemenpar dan Pemerintah Provinsi, akan mengajak semua perwakilan destinasi dari 34 provinsi, termasuk untuk bersama-sama menarik wisatawan asing agar tidak hanya pulau Bali yang menjadi tujuan utamanya, tetapi juga daerah-daerah lain yang memiliki potensi wisata yang bagus. Karena pada kenyataannya, kita tidak cukup punya destinasi pengganti selain Bali, walaupun kami sudah punya program 10 Bali baru,” papar Judi.

Untuk tahun ini, lanjutnya, Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan bisa mencapai 17 juta jiwa dalam setahun. Sedangkan pada tahun 2017, kunjungan wisatawan mancanegara hanya terealisasi sekitar 14 juta jiwa dari yang ditargetkan, yakni 15 juta jiwa wisatawan mancanegara dalam setahun.

“Karena tahun ini targetnya bertambah jadi 17 juta wisatawan asing, jadi kita harus bisa tumbuh lagi sampai 21 persen. Diharapkan dengan CDD di Kaltim ini ke depannya bisa menjadikan Kaltim sebagai destinasi menarik untuk dikunjungi wisman,” jelas Judi.

Aviation Marketing Group Head PT Angkasa Pura I M Syaugi Shahab membenarkan apa yang disampaikan Judi. Maka dari itu, CDD pertama di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan ini merupakan salah satu wujud kontribusi untuk menarik wisawatan untuk datang ke Kalimantan Timur. “Berdasarkan jumlah penumpang melalui bandara Sepinggan, dari sekitar 7,4 juta penumpang yang datang, hanya 9 persen atau 600 ribu penumpang yang datang sebagai wisatawan untuk berwisata di Kalimantan Timur,” ujarnya.

General Manager AP I SAMS Sepinggan Balikpapan, Handy Heryuditiawan optimistis dapat mencapai angka tersebut dengan upaya membuka akses penerbangan ke sejumlah daerah tujuan wisata regional Kalimantan, maupun di luar itu. Karena akses dan konektivitas yang saling terhubung dengan destinasi wisata di Kalimantan Timur dan Kaltara akan meminimalisir tenaga dan biaya, mengingat akses dan infrastruktur darat yang belum memadai sepenuhnya.

“Dengan pembuka rute baru target kita 14 hingga 15 persen. Dan ini cukup menantang, tapi kita optimistis. Sementara untuk rute baru kami akan terus upayakan,” tambah Handy. (RARA/KPFM)

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Title