background img

12 PELUKIS SULAP DINDING TELUK SERIBU

4 months ago written by
15 FEB 2017 - 7 12 pelukis

Balikpapan – Dua belas seniman lukis Balikpapan kurang dari sebulan menyulap dinding pembatas Rumah Susun (Rusun) di bantaran Sungai Manggar Besar yang dijadikan destinasi wisata Kampung Warna Warni Teluk Seribu. Tembok sepanjang kurang lebih 100 meter yang sebelumnya hanya berwarna semen abu-abu polos, kini menjadi dinding yang penuh warna dan terkesan hidup.

Tidak hanya lukisan dua dimensi yang terpampang di sana, tetapi juga lukisan tiga dimensi yang sedang ngetren untuk background foto selfi. Kini masyarakat mulai berkunjung kesana. Seniman yang ambil bagian mendedikasikan diri tersebut, yakni Cadio Tarompo, Surya Darma, Rudy Prasetyo, Achmad Gani, Adji Sanyoto, Sairi, Gusti Sahri, Iman Sayuti, Yudi, Ifriansyah, Atien, dan Marty.

15 FEB 2017 - 812 pelukis

Salah satu pelukis Cadio Tarompo mengatakan, hampir semua pelukis di Balikpapan diminta langsung oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Oemy Faccesly untuk berpartisipasi menjadikan tembok tersebut penuh gambar yang menarik. Para perupa ini diberikan kebebasan tema lukisan. Ada tiga jenis lukisan dinding, yaitu 3 dimensi, mural, dan doodle. Mereka mengguratkan kuas ke dinding tersebut dalam bentuk lukisan realisme dan dekoratif dalam tema kebudayaan dan lingkungan.

15 FEB 2017 - 9 12 pelukis

Yang menarik, ternyata yang terlibat tak hanya perupa dewasa, tetapi ada juga pelukis cilik yang ambil bagian menyapukan kuasnya. Dialah Iva (7 tahun) puteri bungsu dari Cadio Tarompo. Tak hanya Iva, putra keduanya Allodya (17) juga turut membantu ayahnya yang melukis siang malam.

Ada beberapa kendala yang diakui Cadio selama pengerjaan, seperti cuaca yang cenderung sering hujan dan panas yang tidak menentu. “Karena ini tempatnya di luar, jadi kami harus memasang terpal untuk menutupi dinding supaya tidak kehujanan. Alhamdulillah lukisannya aman dari cipratan hujan,” ujarnya kepada KPFM, baru-baru ini.
Surya Darma dari Bayu Art Studio mengatakan, lukisan dinding ini masih perlu finishing. “Dicat clear agar bisa bertahan sampai enam tahun,” ujar pelukis yang acap menggelar pameran bersama di dalam negeri dan luar negeri ini.

Ditemui terpisah Kepala Disporapar Oemy membenarkan ide menciptakan destinasi wisata Kampung Warna Warni Teluk Seribu ini didukung pelukis Balikpapan. “Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para pelukis. Bagaimana tidak, meskipun tidak ditarget kapan selesainya, tetapi mereka tak kenal waktu untuk terus melukis,” ujarnya.

Komitmen belasan pelukis yang dengan sukarela berkontribusi ini bentuk kecintaan mereka pada Balikpapan. Mereka melukis siang malam sejak 5 Februari lalu.  Oemy berharap lukisan tembok berbagai tema dan motif ini mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Teluk Seribu.

Seperti diketahui, Disporapar Balikpapan menggagas perkampungan nelayan di tepian sungai Kelurahan Manggar, dan Manggar Baru ini menjadi destinasi wisata Kampung Warna Warni Teluk Seribu. Hampir 300an rumah warga dicat bergotong royong. Tidak saja masyarakat sekitar, tapi juga Walikota Rizal Effendi turut ambil bagian mengecat, termasuk tokoh masyarakat, TNI, paguyuban, dan berbagai komunitas beramai-ramai membantu menuntaskan pengecatan hingga 28 Februari nanti. Rabu (15/2) tampak dari Komunitas Cinta Balikpapan (KCB) turut terlibat pengecatan, dan dari komunitas sepeda gunung RGC Kaltim Post yang tak mau absen memberikan warna rumah-rumah di atas air tersebut. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title